Jogja Kota Mural

Judul Mural

 

 

2 Mural 1

Lihatlah, sepanjang jalan-jalan kota Jogja kini adalah dinding-dinding dengan beragam garis dan warna. Dulu sebelum mural hadir di dinding-dinding kota, grafiti dan tempelan-tempelan infolah penguasa dinding-dinding kosong kota ini. Mural yang hadir sejak tahun 1997 atas prakarsa sebuah komunitas seni ‘apotik komik’, dan pertama kali mengisi salah satu dinding kosong di sekitar kraton Jogja, kini telah menghias berbagai tempat.

Kehadiran mural disambut baik oleh masyarakat kota Jogja, sebagai sebuah ekspresi seni yang dihadirkan tidak hanya oleh para seniman tapi juga oleh berbagai kalangan, tua-muda, laki-perempuan. Ada yang membuat mural atas prakarsa warga untuk menghias wajah wilayahnya, ada yang dilombakan, ada yang melibatkan sponsor, ada yang diprakarsai oleh Pemda, dan sebagainya. Karena merupakan ajang ekspresi komunal maka mural dapat disebut sebagai salah satu budaya yang dapat mewakili gambaran bagaimana masyarakat kota Jogja masa kini mempercantik wajah kotanya. Sebagai salah satu budaya kontemporer, mural mampu menggambarkan ke-heterogenitas-an kota Jogja masa kini yang tumbuh dengan keberagaman manusianya, menggambarkan heterogenitas ekspresi masyarakatnya terhadap berbagai hal, dalam beragam garis dan warna, lewat gaya ekspresi yang beragam, semua orang merasa wajar berbicara tentang kota ini lewat mural walau dari mana pun ia berasal. Kemajemukan manusia yang merasa memiliki dan dimiliki kota ini.

Mural, ini merupakan nilai lebih kota Jogja, karena suasana kotanya kaya akan karya seni. Keadaan ini semakin memperkuat citra kota Jogja sebagai kota seni-budaya. Anda yang sering melewati jalan melingkar Stadion Kridosono Jogja, tentunya tidak asing lagi dengan dinding melingkar yang penuh warna, sebuah fenomena yang tidak kita dapatkan di kota-kota lain. Keunikan ini juga dapat kita temui dihampir semua sudut kota Jogja, bahkan beberapa pemilik ruko di kota ini pun sengaja melukis dinding rukonya dengan mural, selain untuk keindahan juga untuk menangkal grafiti atau tempelan liar.

Mural di Bioskop Jogja

Mural merupakan bentuk ekspresi seni yang diungkapkan lewat media dinding, dan sering dikategorikan sebagai seni jalanan atau street art, sejenis dengan graffiti. Namun bila grafiti merupakan street art yang ilegal, mural justru sebaliknya. Di luar negeri, mural dapat kita temui di kota Philadelphia dan kota California. Di kedua kota ini , mural menjadi ajang ekspresi sekaligus pembelajaran dan peningkatan kreatifitas anak-anak jalanan kotanya. Diorganisir oleh pemerintah kota bekerjasama dengan yayasan-yayasan sosial remaja jalanan.

Di Jakarta, dulu juga terdapat mural, namun karena [mungkin] bukan merupakan ajang ekspresi bersama/komunal, maka mural justru dipandang aneh oleh beberapa kalangan, dan akhirnya dihapuskan oleh pemerintah kota Jakarta.

Kini Jogja terasa khas dengan muralnya, kemanapun kita menelusuri kota ini, mural menjadi pemandangan akrab yang selalu menemani kita dan menjadi penanda tempat yang kita lewati. Seakan-akan kita sedang berada di dalam sebuah galeri seni yang begitu luas.

Mari berkeliling dalam galeri seni kota Jogja.

Mural di Kota Baru

 

Fakta bercerita kepada kita:

Pada tahun 2003 pernah dilaksanakan proyek mural yang berjudul Sama-Sama/Together kerjasama antara Apotik Komik Jogjakarta dan CAMP (Clarion Alley Mural Project) San Fransisco yang berlangsung di Jogjakarta dan San Fransisco.

Apotik Komik; kelompok pemrakarsa budaya seni mural kota Jogja dibentuk pada April 1997 dan secara resmi bubar pada 7 Oktober 2006 lewat peluncuran buku yang memuat dokumentasi proyek seni mereka di Jogja Gallery, kelompok seni rupa yang pada awalnya merupakan kumpulan para ‘seniman komik’ ini telah banyak menghasilkan produk mural terutama di Jogjakarta, sangat disayangkan sekali kelompok ini bubar justru disaat mural semakin mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat kota Jogja.

Di Amerika Serikat mural justru dijadikan alat untuk ‘membersamakan’ berbagai kelompok pemuda [gank] jalanan yang kerap terlibat konflik sekaligus menjadi media peningkatan apresiasi dan kreativitas anak-anak muda kota, seperti yang dilakukan oleh The Organization for Black American Culture (OBAC) lewat proyek Wall of Respect (1967) atau Wall of Choice (1970) di Chicago. Selain itu, di Amerika Serikat juga terdapat karya mural sepanjang setengah mil yang dinamakan The Great Wall of Los Angeles di Lembah San Fernando, Los Angeles. (zlf)

foto foto oleh Zulfian Amrullah dan Adityo Gayuh

Iklan

~ oleh matakita pada Februari 3, 2008.

17 Tanggapan to “Jogja Kota Mural”

  1. hiyak betul anda, tulisane ngingetin saya sama jogja setelah empat tahun saya tinggalin. Jogja emang ngangenin, ndak cuman muralnya aja, tapi juga orangnya, kotanya, gudegnya, dan harga-harga makanannya yang murah. Tapi kenapa ya, kok sekarang malah jadi banyak mallnya daripada simbol2 budayanya…

  2. muralnya keren. paling tidak mural itu ikut memperindah Jogja

  3. @ sandemoning…
    sandemoning, juga bagian dari Jogja bukan ? 🙂 , sandemoning yang ini bukan ya ? 😀 , ya… Jogja memang ngangenin ya, mas/mbak, rasanya kami juga akan segera kangen Jogja. Ada baiknya kita yang pernah tumbuh bersamanya… tak pernah benar benar meninggalkannya :)…

    @itik kecil
    Jogja kota Budaya, Jogja kota Pendidikan, ada satu lagi yang baru… Jogja kota Mural..

  4. sejauh memang harmonis dengan bangunan yang dikasih mural aku setuju saja, malah bisa memanjakan mata kita tho?

  5. @ Frater
    bener…setuju frater…

  6. setuju n2 salah stu bntuk kreasi ank bangsa

  7. sukses n semangat terusssss

  8. mahasiswa seni, ayo bikin lomba2 mural di pinggiran2 kota. pasti banyak deh peminatnya! dapat menyalurkan bakat seni remaja! 😀
    salam kenal

  9. mural…….
    i’m lovin it…
    jogja berhati mural…

  10. semakin menandai bahwa Jogja salah satu kota seniman berkumpul

  11. mural g jauh beda dgn moral yang baik!
    lam dr JBS! jogja bomber school!

  12. waktu ke Jogja kemaren, saya kaget mural diterima dengan baik oleh masyarakat hampir setiap pojok kota ada mural…

    ga kayak di Bali, diterima sih iya tapi ada beberapa Oknum sialan yang dengan biadab merusak mural indah tersebut dengan coretan seperti F**K ART, SOK ESTETIS GEN CI (sok estetis saja kamu)…

    Pengen banget bali kayak jogja dengan muralnya…

    salam kenal

  13. jogya memeng hebat
    kepingin sih kotaku Lodoyo ada mural yang bagus-bagus seperti itu,tapi gimana mulainya mural bisa diterima masyarakat dan pejabatnya?

  14. ku pinggin seluruh tembok jogja kita murl semuaq…….hidup bomber2 mania……hidup hornie………

  15. tengkyu…tengkyu…

  16. selamat siang … senang rasanya ketemu blog ni, saya baru buka kafe ney di jogja. pengen ngumpulin temen temen pecinta mural…. bisa ketemu ama pengurusnya gak ya… atau bisa ketemu ama komunitas ini dimana ya?
    makasih…. kalo ada silahkan hubungi nomor saya 087838376175 (RIZAL)

  17. mohon maaf, akan diadakan lomba mural di SMA TN dengan tema Culture, nature, and young entrepreneur untuk info selengkapnya http://pandatara2013.wix.com/pandatara#!lomba-mural/c1ssa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: